Jayanti Ayuningtyas

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Jambi

Jambi merupakan daerah di Pulau Sumatera.Walaupun Jambi bukan merupakan kota yang sangat besar namun Jambi sudah berkembang.Namun dengan berkembangnya bukan berarti kebudayan dan ciri khas dari Jambi pun akan hilang.

  1. batanghari
    Sungai Batanghari yang sangat panjang di pulau sumatera dengan jarak kurang lebih 800 km.Sungai Batanghari pun memiliki nilai sejarah yang tinggi misalnya sungai batanghari sempat menjadi sentral perdagangan dua kerajaan besar yaitu Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Dharmasraya.Diatas sungai batanghari pun pada tahun 2015 sudah dibangun sebuah jembatan yang bernama Gentala Arasy.Jembatan itu menghubungkan Kota Jambi dan Daerah Sebrang.Jembatan ini biasa digunakan masyarakat sebagai tempat untuk menikmati sungai yang luas itu dari atas.Biasanya disekitar Sungai Batanghari terdapat pedagang yang berjualan berbagai jenis makanan sambil duduk-duduk mengisi waktu luang.
  2. tari-sekapur-sirih
    Tarian daerah jambi sangat lah banyak misalnya Tari Sekapur Sirih.Tari Sekapur Sirih merupakan tari tradisional daerah Jambi yang dipergunakan untuk menyambut tamu yang datang dan menunjukan bahwa kita menghormati tamu tersebut.Keunikan dari tarian ini berada pada akhir tari dimana penari akan memberikan tamu tersebut sekapur sirih yang akan dicicipi oleh tamu tersebut.Selain Tari Sekapur Sirih ada juga Tari Tauh (Rantau Pandan) dimana tari ini sangat populer di daerah Kabupaten Bungo.Tarian ini menggambarkan pergaulan muda-mudi setempat dan diwariskan secara turun temurun.Tarian ini berfungsi sebagai hiburan untuk masyarakat.Jambi masih memiliki banyak tarian yang mengandung unsur kebudayaan lainnya.
  3. tempoyak-khas-jambi
    Makanan daerah Jambi yang sangat populer adalah tempoyak.Tempoyak merupakan makanan yang berbahan dasar durian yang sudah difermentasikan.Daging buah durian yang sudah diambil dicampur dengan garam dan cabe rawit,setelah itu simpan ditempat tertutup rapat dan dalam suhu ruangan.Tempoyak biasanya dinikmati bersama nasi sebagai pengganti lauk.

Add A Comment

© 2008 Jayanti Ayuningtyas